Seperti dilansir Reuters, Senin (12/10/2015), Paus Fransiskus meminta ribuan jemaat yang hadir di Saint Peter's Square pada Minggu (11/10) waktu setempat untuk mendoakan para korban ledakan bom di Turki.
"Kita merasa sedih ... karena para pelaku menyerang orang-orang tak berdaya yang menyerukan perdamaian. Saya berdoa untuk negara tercinta itu (Turki-red)," ucap Paus Fransiskus usai menyampaikan khotbah mingguannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pelaku diidentifikasi sebagai seorang pria dengan usia antara 25-30 tahun, setelah memeriksa sejumlah jasad di lokasi kejadian dan pemeriksaan sidik jari.
Sejauh ini, belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyebut dugaan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) maupun militan sayap kiri bisa mendalangi ledakan ini.
Sedangkan sebanyak 246 orang yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Sekitar 48 orang di antaranya harus dirawat intensif. PM Davutoglu menyatakan hari berkabung nasional dan menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang. (nvc/nrl)











































