Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (12/10/2015), serangan ini terjadi di dekat kota Hadera, Israel bagian utara, pada Minggu (11/10) malam waktu setempat. Keempat korban yang ditikam mengalami luka-luka cukup serius dan dilarikan ke rumah sakit setempat.
Petugas medis menyebut, salah satu korban yang diidentifikasi sebagai gadis berusia 19 tahun mengalami luka serius. Ketiga korban lainnya merupakan remaja putri berusia 14 tahun dan dua pria berusia 20 tahun dan 45 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir-akhir ini serangkaian kekerasan antara warga Israel dengan Palestina di wilayah Israel dan juga Tepi Barat semakin marak. Sedikitnya empat warga Israel dan 24 warga Palestina, termasuk 8 anak-anak tewas dalam serangkaian kekerasan dalam 12 hari terakhir.
Sebelumnya, remaja Palestina berusia 13 tahun tewas ditembak dan 36 demonstran Palestina luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Tepi Barat pada Minggu (11/10). Sedangkan Israel melancarkan serangan udara pada Minggu (11/10) ke wilayah Gaza, sebagai serangan balasan atas dua roket yang jatuh di wilayahnya, yang diyakini didalangi oleh Hamas.
Serangan udara ini menghancurkan sebuah rumah di Gaza dan menewaskan seorang wanita Palestina yang sedang hamil, Nur Hassan (30) dan juga anak perempuannya yang masih balita. Juru bicara Hamas yang menguasai Gaza menyebut serangan ini menunjukkan keinginan Israel untuk memperluas konflik. Namun militer Israel menyatakan serangan itu ditargetkan terhadap fasilitas pembuat senjata milik Hamas di Gaza.
Terakhir, kepolisian Israel menyatakan berhasil menggagalkan upaya seorang wanita Palestina untuk meledakkan bom mobil di Yerusalem. Namun otoritas Palestina membantah laporan kepolisian Israel ini dan menyebut kebakaran akibat listrik di mobil wanita itu salah dikira sebagai ledakan bom. (nvc/nrl)











































