Israel Sebut Video YouTube Picu Serangan pada Warganya

Israel Sebut Video YouTube Picu Serangan pada Warganya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 18:31 WIB
Israel Sebut Video YouTube Picu Serangan pada Warganya
Ilustrasi (Thinkstock/selensergen)
Yerusalem - Otoritas Israel menyebut video-video penghasutan yang beredar di Facebook dan YouTube turut memicu maraknya serangan terhadap warganya. Israel telah meminta sejumlah video yang dianggap memancing serangan warga Palestina untuk dihapus.

Sedikitnya empat warga Israel tewas dalam serangkaian serangan di Yerusalem dan Tepi Barat sejak sepekan lalu. Sedangkan total 7 warga Palestina tewas, baik tewas ditembak usai menyerang warga Israel maupun tewas dalam bentrokan dengan polisi Israel.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/10/2015), juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon menunjukkan kutipan surat yang dikirimkan kepada Google Israel, yang menaungi situs berbagi video YouTube. Nahshon juga menyatakan pihaknya telah menghubungi pihak Facebook.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Video-video yang menggambarkan serangan teror baru-baru ini, memuji para pelaku dan memancing perilaku penuh kebencian serta rasialis terhadap warga Yahudi dan juga Israel, dan sejak video itu dipublikasikan, ada tiga serangan baru yang terjadi sejauh ini," tutur Nahshon.

Nahshon tidak menjelaskan lebih lanjut ada berapa video yang diminta untuk dihapus oleh YouTube maupun Facebook. Namun dalam surat kepada Google, seperti dikutip Reuters, otoritas Israel melampirkan dua tautan video YouTube, yang salah satunya sudah dihapus oleh pihak YouTube sendiri.

Menanggapi hal ini, juru bicara Facebook dan Google Inc menyatakan tidak bisa berkomentar secara khusus pada video yang dimaksud maupun soal permintaan otoritas Israel.

"YouTube memiliki kebijakan yang jelas, yang melarang konten yang menampilkan kekerasan, pidato kebencian dan penghasutan aksi kekerasan, dan kami menghapus video-video yang melanggar kebijakan ini ketika diberitahu oleh para pengguna kami," tutur juru bicara Google Inc, Paul Solomon.

"Kami ingin orang-orang merasa aman ketika menggunakan Facebook. Tidak ada tempat bagi konten yang menyerukan kekerasan, ancaman, terorisme maupun pidato kebencian di Facebook," demikian tanggapan juru bicara Facebook, yang menolak menyebut apakah pihaknya telah menerima surat otoritas Israel. (nvc/mad)


Berita Terkait