Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/10/2015), kebakaran ini melanda penjara di Provinsi Leyte, yang dikenal sebagai penjara dengan keamanan maksimum pada Kamis (8/10) malam waktu setempat. Para narapidana yang tewas dilaporkan berada di dalam sel masing-masing ketika kebakaran terjadi.
Disampaikan pejabat departemen kebakaran setempat bahwa penyebab kebakaran ini diduga karena ada kabel listrik yang mengalami korsleting.
"Seluruh bagian penjara dengan keamanan maksimum ini dilalap api, jadi semua orang yang ada di dalam terjebak kebakaran," tutur Komandan Pemadam Kebakaran setempat, Eric Barcelo kepada wartawan setempat.
Dilaporkan 8 narapidana yang tewas ditemukan hangus terbakar di dalam mereka, hingga tidak bisa dikenali. Sedangkan satu narapidana tewas usai dievakuasi ke kamp penampungan darurat dan satu jasad narapidana lainnya ditemukan di dekat pagar keamanan penjara.
Usai insiden kebakaran ini, otoritas penjara memindahkan para narapidana dari area dengan pengamanan super ketat yang terbakar ke area penjara dengan keamanan yang lebih minim. Tidak disebut lebih lanjut jumlah narapidana yang dipindahkan. Beberapa bagian gedung di kompleks penjara ini telah hancur akibat kebakaran tahun 2014 lalu.
Menurut Pusat Kajian Penjara Internasional, sistem penjara di Filipina yang selama ini dikenal bobrok tercatat sebagai penjara paling padat keempat di dunia. Kepadatan penjara-penjara di Filipina dipicu oleh lambannya proses peradilan dan kurangnya infrastruktur mendasar. Para narapidana sering mengeluhkan kurangnya nutrisi dan layanan medis bagi mereka. (nvc/ita)











































