Keji! Tangan PRT Asal India Dipotong Majikannya di Arab Saudi

Keji! Tangan PRT Asal India Dipotong Majikannya di Arab Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 15:32 WIB
Keji! Tangan PRT Asal India Dipotong Majikannya di Arab Saudi
Foto: gorgios
New Delhi, - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal India mengalami tindakan keji majikannya di Arab Saudi. Tangan wanita itu dipotong karena mengeluh soal kondisi kerjanya. Atas kejadian ini, pemerintah India menyampaikan protes kepada otoritas Saudi.

Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj mengecam serangan brutal terhadap Kasthuri Munirathinam, wanita India berumur 55 tahun itu. Dia saat ini masih dirawat di rumah sakit di Riyadh, Saudi.

"Memotong tangan seorang wanita India -- kami sangat terganggu atas tindakan brutal ini, yang mana wanita India ini tengah dirawat di Arab Saudi," ujar Sushma dalam postingan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tak bisa diterima. Kami telah menyampaikan hal ini pada otoritas Saudi," imbuhnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India mengkonfirmasi bahwa para diplomat India di Riyadh telah menyampaikan komplain resmi ke Kementerian Luar Negeri Saudi atas kejadian itu.

Menurut keluarga Munirathinam, yang berasal dari sebuah desa di negara bagian Tamil Nadu, wanita itu telah mengalami serangkaian kekerasan sejak menjadi PRT di Saudi tiga bulan lalu.

"Ketika dia mencoba kabur dari penyiksaan dan gangguan itu, tangan kanannya dipotong oleh majikan wanita," kata saudara perempuan Munirathinam, S Vijayakumari kepada kantor berita Press Trust of India (PTI).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Vikas Swarup mengatakan kepada AFP, Munirathinam saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Saudi dan upaya-upaya tengah dilakukan untuk membawa pulang wanita itu ke India.

"Kami terus berhubungan dengan wanita itu, rumah sakit dan otoritas kepolisian setempat. Dia akan mendapatkan semua bantuan hukum dan bantuan lainnya dari kedutaan," tandasnya.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini