Ngeri! Tiap Hari 160 Orang Tewas di Brasil

Ngeri! Tiap Hari 160 Orang Tewas di Brasil

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 13:31 WIB
Ngeri! Tiap Hari 160 Orang Tewas di Brasil
Ilustrasi (AFP Photo/Yasuyoshi Chiba)
Brasilia - Total 58.559 orang tewas dalam aksi kekerasan di Brasil sepanjang tahun 2014 lalu. Ini berarti sekitar 160 orang tewas setiap hari di negara tersebut dan salah satu penyebab terbesarnya ialah aksi kekerasan polisi.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2015), data statistik terbaru dari Forum Keamanan Publik Brasil yang dirilis setiap tahun menunjukkan, sekitar 160 orang tewas setiap hari sepanjang tahun 2014, ketika Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia. Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 4,8 persen dari tahun 2013 lalu.

Berbagai macam penyebab besarnya jumlah kematian warga Brasil sepanjang 2014, mulai dari pembunuhan, penyerangan yang berujung kematian dan tindak kriminal seperti perampokan. Sedangkan sebanyak 3.022 orang tewas di tangan polisi dalam operasinya dan 398 orang lainnya merupakan polisi yang tewas dalam tugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari berbagai penyebab itu, yang paling besar ialah pembunuhan disengaja yang mencapai sekitar 89,3 persen dari jumlah total korban. Sedangkan penyebab terbesar kedua ialah pembunuhan oleh polisi dan penegak hukum lainnya, yang mencapai 5,2 persen dalam kajian tersebut.

"Jika kita ingin membahas soal pengurangan kematian akibat kekerasan di Brasil, maka kita harus mempertimbangkan 8 kematian setiap hari di tangan polisi. Kepolisian Brasil mungkin membunuh lebih banyak daripada polisi lain di dunia. Ini tidak dapat diterima," ucap Wakil Presiden forum ini, Renato Sergio de Lima.

De Lima menambahkan, jika memang angka kematian terkait aksi polisi tercatat rendah, maka ini dikarenakan tidak ada yang melapor. Masalah lain yang muncul dalam data statistik ini ialah konfrontasi antara polisi dengan tersangka kriminal. Banyak organisasi HAM yang meyakini tingginya angka kematian ini dipicu oleh penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh polisi setempat.

"Kita tidak bisa tetap menanggapi kekerasan dengan kekerasan. Ini harus diubah. Kita perlu menangani kejahatan, meningkatkan penyelidikan dan menghukum pelaku kriminal dengan teknologi dan sumber daya manusia yang lebih baik," tandas de Lima. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads