Serangan udara yang dilancarkan pada Sabtu, 3 Oktober waktu setempat di kota Kunduz itu menewaskan 12 staf dan 10 pasien. Akibat serangan ini, pihak Doctors Without Borders (MSF) yang mengelola RS tersebut, memutuskan untuk menutup rumah sakit tersebut.
"Kami masih shock," cetus Guilhem Molinie, kepala MSF di Afghanistan kepada para wartawan di Kabul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut MSF, mungkin saja masih ada jasad-jasad tak terindetifikasi di RS yang dibombardir AS tersebut. Namun saat ini hal itu tak bisa dikonfirmasi mengingat masih tidak amannya lokasi kejadian.
Presiden AS Barack Obama telah menyampaikan permintaan maaf kepada MSF atas serangan yang keliru tersebut. Obama pun berjanji penyelidikan atas insiden itu akan dilakukan dengan menyeluruh dan transparan.
MSF yang mengecam serangan itu sebagai kejahatan perang, menekankan perlunya investigasi internasional. Ditegaskan MSF, serangan AS tersebut melanggar Konvensi Jenewa. (ita/ita)










































