Zubair Ahmed (33) pergi menunaikan ibadah haji bersama empat anggota keluarganya. Pada 24 September lalu, saat tragedi Mina terjadi, Zubair terpisah dengan anggota keluarganya. Demikian dilaporkan surat kabar lokal Pakistan, Dawn dan dilansir media Iran, Tasnim News Agency, Kamis (8/10/2015).
Jenazah ayah Zubair, Iftikhar Ahmed dan kerabatnya yang lain, Talmeez Ahmed ditemukan di kamar mayat salah satu rumah sakit di Mina. Sedangkan istri Talmeez, Shams Jahan berhasil selamat dari tragedi memilukan itu. Namun pencarian untuk Zubair dan ibundanya, Rana Iftikhar terus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Otoritas Saudi mencocokkan sidik jari jenazahnya dengan data yang mereka dapat dari Otoritas Pendaftaran dan Database Nasional Pakistan (Nadra) serta data dari staf keamanan bandara," imbuhnya.
Pihak keluarga kini tengah menunggu kabar soal kondisi ibunda Zubair, Rana yang masih hilang dan berharap dia bisa kembali dengan selamat. "Akan menjadi keajaiban jika dia (Rana) bisa pulang," ucap Saleem.
"Kami berusaha realistis. Tapi biar saya jelaskan bahwa pada satu tahap Anda ingin semua hal kembali. Jika satu anggota keluarga Anda hilang, Anda ingin tahu apakah mereka masih hidup. Dan jika mereka sudah meninggal, Anda ingin melihat mereka untuk terakhir kali," tambahnya.
Dikatakan Saleem, dikarenakan sumber dan koneksinya dengan otoritas Saudi, keluarganya bisa menerima kabar soal keluarganya di Saudi. Dalam kasus lainnya, banyak keluarga jemaah haji yang cemas menanti kabar karena Konsulat Pakistan di Jeddah, Saudi mengaku tak memiliki petunjuk soal jemaah yang hilang. (nvc/ita)











































