Peter Ball yang kini berusia 83 tahun ini dianggap memanfaatkan korbannya untuk motif kesenangan seksual. Beberapa korban Ball diketahui merupakan calon pastur dan tindakan bejat ini berlangsung sejak 1977 hingga 1992, atau selama 15 tahun.
Diungkapkan dalam persidangan di pengadilan Old Bailey, London, seperti dilansir AFP, Kamis (8/10/2105), bahwa Ball memaksa korban-korbannya untuk telanjang dengan dalih ritual keagamaan. Jaksa Bobbie Cheema menyebut Ball menerapkan praktik pertobatan Mazmur yang meminta korbannya berdoa dalam keadaan telanjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bulan lalu, Ball yang mengundurkan diri dari posisinya sebagai uskup ini mengaku bersalah dalam persidangan. Dia mengaku bersalah atas dakwaan menyalahgunakan wewenangnya saat menjabat dan mengaku bersalah atas dua dakwaan tindakan cabul terhadap sejumlah remaja pria di masa lalu.
"Membujuk korban untuk melakukan atau tunduk pada tindakan merendahkan diri secara fisik maupun seksual dengan kedok sebagai bagian dari pengabdian besar padahal bukan," tegas hakim Alan Wilkie yang memimpin persidangan kasus ini.
"Apa yang Anda lakukan bertentangan dengan hal yang diharapkan dari seseorang yang memegang jabatan seperti Anda," imbuhnya.
Dalam kasus ini, disebutkan ada 18 korban yang mengaku telah menjadi korban pencabulan Ball. Salah satu korban bahkan bunuh diri pada tahun 2012 ketika polisi mengumumkan dibukanya kembali penyelidikan kasus ini. (nvc/ita)











































