Akhir-akhir ini, otoritas Rusia semakin kritis menanggapi kritikan dan protes negara-negara Barat termasuk AS atas kebijakannya melancarkan serangan udara di wilayah Suriah. Rusia bahkan menyebut negara Barat sengaja meluncurkan propaganda untuk memutarbalikkan tujuan intervensi di Suriah.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (7/10/2015), berulang kali otoritas Rusia menjelaskan bahwa tujuan utamanya untuk membantu rezim Presiden Bashar al-Assad memerangi militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Namun AS dan negara Barat lainnya menuding itu hanya dalih Rusia menopang Assad dan menargetkan kelompok pemberontak yang berniat melengserkan Assad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin mengingatkan Anda ... setelah serangan 11 September, kita berbagi duka AS seperti duka kami sendiri, memahami apa terorisme sebenarnya," tutur Zakharova dalam konferensi pers.
"Kami mendukung Amerika Serikat dalam segala hal, (termasuk) dalam Dewan Keamanan PBB. Kami membantu mereka memerangi terorisme. Kami tidak bertanya, 'Apakah mereka teroris baik atau jahat?'" imbuhnya.
Zakharova juga menyinggung sejarah Rusia dalam menghadapi serangan militan di wilayahnya. Menurut Zakharova, memerangi militan menjadi persoalan keamanan nasional bagi Rusia.
"Kami telah melewati ini, kami tahu seperti apa rasanya dan kami tidak ingin melihat terorisme internasional di negara kami lagi. Ini menjadi kedukaan bagi kami. Dan kami mengharap pengertian atas hal ini," tandasnya. (nvc/ita)











































