Dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Malaysia, Bernama dan dilansir Reuters, Rabu (7/10/2015), Kesultanan Malaysia menyatakan bahwa kegagalan pemerintah dalam memberikan penjelasan meyakinkan soal skandal 1MDB telah memicu krisis kepercayaan dari rakyat.
"Hasil temuan penyelidikan harus dilaporkan secara menyeluruh dan secara transparan agar rakyat bisa meyakini ketulusan pemerintah, yang sama sekali tidak menyembunyikan fakta dan kebenaran," demikian pernyataan pihak Kesultanan Malaysia yang kini dipimpin Yang di-Pertuan Agong Tuanku Al-Haj Abdul Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan oleh pihak Kesultanan Malaysia ini belum pernah terjadi sebelumnya karena Kesultanan tidak memiliki peran politik di Malaysia dan jarang berkomentar soal persoalan negara. Di sisi lain, pernyataan ini akan menambah tekanan bagi Perdana Menteri Najib Razak yang selama ini terseret skandal 1MDB dan didesak mundur oleh banyak pihak, termasuk tokoh ternama sekelas mantan PM Mahathir Mohamad.
Pihak Kesultanan menyampaikan kekhawatiran jika persoalan 1MDB ini berlarut-larut akan semakin membahayakan perekonomian Malaysia. Terlebih mata uang Malaysia, ringgit telah kehilangan seperempat nilainya akibat kontroversi 1MDB yang menyeret PM Najib.
"Untuk memastikan bahwa pemerintah mendapat kepercayaan rakyat, pemimpin dihormati, stabilitas politik terjamin dan perekonomian terus bertumbuh, seluruh pemimpin harus bisa menjamin bahwa keadilan ditegakkan dengan adil dan transparan sesuai undang-undang," demikian penegasan Kesultanan Malaysia. (nvc/ita)











































