Kepala departemen emergensi Masyarakat Palang Merah Palestina (PRCS), Amin Abu Ghazalah mengatakan seperti dilansir Press TV, Selasa (6/10/2015), bentrokan itu terjadi di kawasan Beit Hanina, Yerusalem pada Senin, 5 Oktober malam waktu setempat.
Seorang pemuda Palestina terkena tembakan di bagian dada ketika tentara-tentara Israel melepaskan tembakan untuk membubarkan massa. Pemuda Palestina yang terluka itu dilarikan ke rumah sakit al-Makassed. Saat ini dia dilaporkan dalam kondisi kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut organisasi kemanusiaan tersebut, setidaknya 180 warga Palestina terkena peluru timah panas ataupun peluru baja berlapis karet. Yang lainnya mengalami penyerangan fisik ataupun menghirup gas air mata secara berlebihan.
Sebelumnya pada Senin (5/10), seorang anak laki-laki Palestina berumur 13 tahun ditembak pasukan Israel saat bentrokan di kamp pengungsi Aida, Bethlehem. Anak bernama Abed al-Rahman Shadi Obeidallah tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit Beit Jala, namun dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian. Dia meninggal setelah mengalami luka tembak parah di dekat jantungnya.
Pada Minggu (4/10) pagi waktu setempat, aparat kepolisian Israel menembak mati seorang remaja Palestina di dekat Masjid al-Aqsa. Kepolisian Israel menyatakan, remaja bernama Fadi Samir Mustafa Alloun tersebut ditembak saat mencoba menikam seorang pemukim Israel dengan pisau. (ita/ita)










































