Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/10/2015), pihak Amtrak menyebut kereta ini membawa 98 penumpang dan empat awak kereta. Kereta tengah melaju dari dari St Albans, Vermont menuju ke Washington pada Senin (5/10) waktu setempat.
Namun tiba-tiba kereta keluar dari rel ketika melintas di dekat wilayah Roxburry, yang berjarak 32 kilometer dari Montpelier, ibukota Vermont. Otoritas Perkeretaapian Federal (FRA) menyebut, satu awak kereta harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius.
Sedangkan enam korban luka lainnya, termasuk empat penumpang lainnya dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan. Penumpang lainnya dipindahkan ke sejumlah bus dan dibawa ke Norwich University, dekat dengan lokasi kejadian.
Penyelidikan awal, menurut FRA, menunjukkan insiden ini dipicu oleh bebatuan longsor yang meninggalkan serpihan di jalur kereta api.
Petugas Departemen Pemadam Kebakaran Montpelier, Letnan Dana Huoppi menuturkan kepada Fox News, kereta ini terdiri atas lima gerbong dan dua gerbong di antaranya anjlok keluar dari rel. Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menuturkan, pihaknya telah mengirimkan tim pemeriksa rel ke lokasi kejadian untuk menyelidiki lebih lanjut.
Insiden ini terjadi selang 5 bulan setelah insiden anjloknya kereta Amtrak di dekat Philadelphia pada Mei lalu, yang menewaskan 8 orang dan melukai lebih dari 200 orang lainnya. (nvc/ita)











































