Seperti dilansir AFP, Selasa (6/10/2015), otoritas keamanan Israel menyebut penangkapan ini terkait dengan penembakan suami-istri di depan keempat anak mereka yang terjadi pekan lalu. PM Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada pelaku penyerangan yang tidak bisa ditangkap.
"Kami tidak bersiap untuk memberikan kekebalan hukum terhadap siapa saja, tidak kepada perusuh... atau teroris, di mana saja dan oleh karena itu, tidak ada batasan terhadap aktivitas pasukan keamanan," tegas PM Netanyahu sebelum memimpin rapat jajaran keamanan kabinetnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan juga bahwa para tersangka telah mengakui menembak mati Rabi Eitam Henkin dan istrinya, Naam di dalam mobil mereka. Saat kejadian, keempat anak pasangan itu duduk di kursi belakang.
PM Netanyahu kini tengah dalam tekanan dari kelompok sayap kanan dalam koalisi pemerintahannya, setelah empat warga Israel tewas dibunuh hanya dalam beberapa hari terakhir dan beberapa orang lainnya, termasuk bayi berusia 2 tahun luka-luka.
Selain suami-istri di Tepi Barat, dua warga Israel lainnya tewas dalam serangan di Kota Tua, Yerusalem pada Sabtu (3/10). Kedua warga Israel itu ditikam warga Palestina, yang kemudian ditembak mati tentara Israel. Sedangkan Senin (5/10) sore, tentara Israel menembak mati remaja Palestina berusia 13 tahun dalam bentrokan di kamp pengungsi dekat Bethlehem. Remaja ini menjadi warga Palestina kedua yang ditembak mati Israel dalam 24 jam. (nvc/ita)










































