"Masuknya Rusia, merujuk pada potensi dan kemampuannya, adalah sesuatu yang akan memberikan dampak pada pembatasan terorisme di Suriah dan memberantasnya," ujar Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry dalam wawancara dengan televisi setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (5/10/2015).
Keputusan Rusia untuk mengintervensi konflik Suriah banyak memicu kritikan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Rusia telah menyatakan bahwa serangan mereka menargetkan seluruh militan di Suriah, tidak hanya ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Mesir selama ini selalu menghindari untuk menunjukkan dukungan secara langsung pada rezim Assad. Terlebih, Arab Saudi yang merupakan sekutu penting Mesir sejak lama menyerukan agar Assad lengser.
Pernyataan Shoukry ini menunjukkan semakin menghangatnya hubungan Mesir dengan Rusia. Dalam kunjungan Presiden Abdel Fattah al-Sisi ke Rusia pada Agustus lalu, kedua negara sepakat menyerukan koalisi untuk memerangi terorisme di Timur Tengah. (nvc/try)











































