Kritik Serangan Udara Rusia, Tokoh Oposisi Suriah Ditahan

Kritik Serangan Udara Rusia, Tokoh Oposisi Suriah Ditahan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Okt 2015 16:52 WIB
Kritik Serangan Udara Rusia, Tokoh Oposisi Suriah Ditahan
Foto serangan udara Rusia di Suriah (REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation)
Damaskus - Seorang tokoh oposisi ternama Suriah ditahan karena mengkritik serangan udara Rusia di wilayah Suriah. Tokoh oposisi ini menyebut serangan Rusia hanya menambah rumit konflik Suriah.

Seperti dilansir AFP, Senin (5/10/2015), Munzer Khaddam (67) yang menjabat sebagai juru bicara Komisi Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokrasi (NCCDC) dicegat oleh petugas keamanan ketika berkendara di dekat Damaskus pada Minggu (4/10).

"Saya dilepaskan setelah ditangkap di pos keamanan militer di Kutayfeh dan ditahan dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 waktu setempat karena ada surat perintah penangkapan dari militer," tutur Khaddam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khaddam menuturkan, seorang pejabat militer Suriah meminta dirinya segera dibebaskan. "Saya sekarang menuju Latakia," ucapnya.

Pada Kamis (1/10) lalu, Khaddam menuliskan komentar bernada kritikan pada akun Facebooknya. Khaddam mengkritik serangan udara Rusia yang merupakan sekutu lama Suriah. Dia menyebut kehadiran militer Rusia hanya akan menarik lebih banyak militan ke Suriah.

"Krisis Suriah tidak akan bisa berakhir seperti yang dibayangkan para pemimpi, dan intervensi Rusia justru semakin memperumitnya," tulis Khaddam.

Ini merupakan kedua kalinya Khaddam yang juga dikenal sebagai penulis dan profesor universitas setempat ini, ditahan sejak konflik Suriah pecah tahun 2011 lalu. Pada Desember 2013 lalu, Khaddam ditahan di pos keamanan militer di kota tepi pantai Tartus. Dia juga pernah ditahan antara tahun 1982-1994 karena pandangan politiknya.

Meskipun kelompok yang menaungi Khaddam secara umum mentolerir rezim Presiden Bashar al-Assad, namun beberapa anggotanya ditahan otoritas Suriah. Pada November 2013 lalu, pejabat tinggi NCCDC, Rajaa Nasser ditangkap patroli keamanan di Damaskus. Kemudian anggota NCCDC lainnya, Abdel Aziz Khair ditahan sejak September 2012 hingga kini. (nvc/ita)


Berita Terkait