"Sangat disayangkan, jumlah penghitungan baru menunjukkan 131 korban dipastikan tewas dan telah ditemukan," ujar juru bicara dinas pemadam kebakaran setempat, Julio Sanchez, seperti dilansir AFP, Senin (5/10/2015).
Kepada wartawan setempat, Sanchez menyebut beberapa anak-anak, termasuk bayi yang baru lahir termasuk dalam korban tewas. Tanah longsor ini menerjang desa kecil El Cambray II di wilayah Santa Catarina Pinula, yang berjarak 15 kilometer Guatemala City pada Kamis (1/10) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim penyelamat menghentikan pencarian pada Minggu (4/10) malam karena hujan deras yang terus turun semakin membahayakan upaya pencarian. Pejabat Badan Penanggulangan Bencana setempat, Conred, Sergio Cabanas menyatakan pencarian akan dilanjutkan Senin (5/10) waktu setempat. Namun kemungkinan besar sangat sulit untuk menemukan korban selamat.
Otoritas setempat telah beberapa kali mengimbau warga setempat agar direlokasi ke wilayah lain yang lebih aman, namun warga menolak. Usai bencana ini, warga kebingungan mencari tempat tinggal baru.
"Kami tidak bisa tinggal di sini lagi," ucap warga setempat, Carlos Hernandez yang selamat dari longsor. (nvc/ita)










































