Angin kencang dan gelombang laut yang ganas akibat Topan Mujigae ini menyebabkan beberapa kapal penangkap ikan terdampar di laut. Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa 16 nelayan hilang dan 1 orang tewas.
Sementara itu, 3 orang tewas dan 80 orang lainnya hilang di Kota Foshan. Demikian dilansir Reuters, Senin (5/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area yang paling terdampak adalah Provinsi Hainan, Guangdong, dan Guangxi. Angin dengan kekuatan 162-180 km/jam merusak jaringan listrik di sepanjang pantai. Xinhua melaporkan bahwa area tersebut kini tanpa listrik, air, dan jaringan telekomunikasi. Di Hainan dan pesisir Guangdong, sekitar 60.000 kapal penangkap ikan ditarik ke pelabuhan.
Topan ini kemungkinan mengganggu rencana ribuan orang di liburan panjang yang sedang berlangsung di China. Xinhua melaporkan bahwa sekitar 80.000 orang datang ke Hainan untuk berlibur pada Jumat.
Sementara itu di Filipina, penjaga pantai mencari 23 kapal penangkap ikan dengan 120 awaknya yang hilang saat Topan Mujigae menghantam Pulau Luzon. Juru bicara penjaga pantai, Komandan Armand Balilo mengatakan bahwa kapal SAR menjelajahi laut barat Pangasinan, Ilocos, dan Zambales setelah dua kapal kargo Jepang menyelamatkan 9 orang nelayan dari perahu yang terbalik. (imk/bal)











































