"Republik Iran tidak berupaya mempolitisasi musibah Mina, melainkan, menyerukan penerimaan tanggung jawab dan transparansi secara penuh dengan menghormati musibah ini," tutur Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Seyyed Abbas Araqchi, seperti dilansir media setempat, PressTV, Sabtu (3/10/2015).
Pernyataan ini disampaikan Araqchi dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC) di New York yang digelar Kamis (1/10) waktu setempat. Ini juga menanggapi kritikan Menlu Saudi Adel al-Jubei yang menuding Iran mempolitisasi tragedi Mina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Araqchi mengutarakan bahwa selang seminggu setelah tragedi Mina, lebih dari 200 jemaah asal Iran masih hilang dan dikhawatirkan tewas. Keluarga para jemaah yang hilang terus menanti kabar tentang nasib orang tercinta mereka.
Otoritas Iran, sebut Araqchi, meminta otoritas Saudi untuk berani memikul tanggung jawab, memenuhi kewajiban dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari terulangnya kembali insiden yang sama di masa mendatang. Menurut Araqchi, insiden semacam ini bisa dicegah.
Sementara itu, menanggapi pernyataan Iran, Menlu Jubeir menyatakan Saudi memang berusaha selalu transparan dalam penanganan tragedi ini. Menlu Jubeir juga menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan menegaskan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi Mina akan dihukum.
"Kami mendapat pelajaran dari insiden ini dan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk mencegah terulangnya kembali musibah semacam ini di masa mendatang," ucap Menlu Jubeir seperti dikutip kantor berita IRNA. (nvc/try)











































