Serangan Udara AS Kenai RS di Kunduz Afghanistan, 3 Orang Tewas

Serangan Udara AS Kenai RS di Kunduz Afghanistan, 3 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2015 13:46 WIB
Serangan Udara AS Kenai RS di Kunduz Afghanistan, 3 Orang Tewas
Petugas keamanan berjaga usai serangan udara mengenai rumah sakit MSF di Kunduz (REUTERS/Stringer)
Kabul - Serangan udara militer Amerika Serikat dilaporkan mengenai sebuah rumah sakit di Kunduz, Afghanistan. Sedikitnya tiga staf rumah sakit itu tewas dan puluhan orang lainnya hilang akibat serangan ini.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (3/10/2015), rumah sakit yang terkena serangan ini dikelola oleh yayasan amal untuk medis, Medecins Sans Frontieres (MSF) atau yang bisa disebut sebagai Doctors Without Borders. Fasilitas MSF menjadi fasilitas medis paling penting di wilayah Kunduz yang beberapa hari terakhir sempat dikuasai Taliban, sebelum akhirnya direbut kembali oleh otoritas Afghanistan.

"Pada pukul 02.10 waktu setempat... pusat trauma MSF di Kunduz terkena pengeboman beberapa kali dan mengalami kerusakan cukup parah," demikian pernyataan pihak MSF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga staf MSF dipastikan tewas dan lebih dari 30 orang lainnya hilang. Tim medis terus bekerja, berpacu dengan waktu, melakukan semampu mungkin untuk menjamin keselamatan pasien dan staf rumah sakit," imbuh pernyataan tersebut.

Sejak diserbu Taliban pada Senin (28/9) lalu, wilayah Kunduz menjadi lokasi pertempuran besar-besaran antara Taliban dengan militer Afghanistan yang dibantu pasukan NATO. Untuk pertama kalinya sejak tahun 2001, Taliban menguasai kota tersebut.

Saat serangan udara terjadi di sekitar rumah sakit tersebut, menurut MSF, terdapat 105 pasien dan para perawat mereka, serta lebih dari 80 staf lokal maupun internasional MSF di dalamnya.

Dalam pernyataannya, NATO menyebut militer AS berada di balik serangan udara tersebut. "AS melalkukan serangan udara di kota Kunduz pada pukul 02.15 waktu setempat... terhadap individu-individu yang memberi ancaman," ujar juru bicara NATO, Kolonel Brian Tribus.

"Serangan itu mungkin berdampak pada kerusakan parah fasilitas medis yang ada di dekat lokasi. Insiden ini masih dalam penyelidikan," imbuhnya. (nvc/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini