Tim penyelamat bersama personel kepolisian, tentara dan warga setempat menyisir longsoran lumpur dan tanah untuk mencari korban selamat. Beberapa keluarga melaporkan menerima pesan singkat dari orang-orang yang mereka yakini terjebak di bawah puing longsor.
"Kami mengidentifikasi 29 korban tewas, dan satu korban tewas lainnya masih belum teridentifikasi," ujar komandan penanganan bencana pada Kantor Penanggulangan Bencana Alam atau CONRAD, Sergio Cabanas seperti dilansir AFP, Sabtu (3/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanah longsor ini melanda kota Santa Catarina Pinula dan desa kecil El Cambray II, yang berjarak 15 kilometer Guatemala City. Sekitar 34 orang berhasil diselamatkan dari puing longsor dalam keadaan hidup, sedangkan 25 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana alam ini.
Disampaikan otoritas setempat bahwa hujan deras yang terus melanda kawasan tersebut memicu meluapnya air sungai setempat dan memicu tanah longsor. Pemerintah setempat menyatakan telah merekomendasikan kepada warga yang tinggal di sekitar sungai untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman, tahun lalu.
Musim penghujan yang tengah melanda Guatemala, sejak Mei hingga November, memang sering memicu insiden. Dalam insiden lainnya akibat hujan deras di Guatemala, tercatat 8 orang tewas. Sedangkan berbagai insiden saat musim penghujan tahun lalu menewaskan 29 orang dan merusak lebih dari 9 ribu rumah warga. (nvc/faj)











































