Beberapa waktu lalu otoritas Prancis menemukan 31 orang imigran bersembunyi di dalam sebuah truk pendingin. Walaupun masih hidup, namun mereka hampir mati kedinginan.
"Sekitar pukul 07.30 pagi waktu setempat, 31 orang ini ditemukan di dalam sebuah tempat pendingin. Peristiwa itu terjadi di daerah Dunkirk, kawasan pantai utara Perancis," ujar petugas kepolisian seperti dilansir AFP, Sabtu (3/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara si pengemudi truk yang merupakan warga negara Spanyol mengaku tak menyadari adanya penyusup di dalam truk yang dikendarainya. Kepada polisi awalnya dia mengaku sempat mendengar suara gaduh dari dalam truk yang dia kemudikan. Saat diperiksa kunci truk tampak seperti dibuka paksa dan sulit untuk dibuka. Curiga dengan keadaan tersebut, dia akhirnya menghubungi pihak berwajib.
Ribuan migran diketahui menuju pantai utara Prancis untuk mencari harapan hidup menuju Inggris dengan menyeberangi Selat Channel. Namun hal tersebut bukanlah perkara mudah.
Selasa lalu seorang pria 20 tahun ditemukan tewas di dalam sebuah truk dekat pelabuhan Calais setelah terhimpit balok kayu. Sore sebelumnya 15 orang imigran ditemukan bersembunyi di dalam sebuah tanker di daerah Arras, 95 kilometer selatan Prancis dengan kondisi telah bersentuhan dengan racun timah meski belum ada yang menunjukkan tanda-tanda keracunan.
Sementara pada 27 Agustus lalu, 71 jenazah ditemukan dalam keadaan membusuk di sisi jalan tol negara Austria. Kondisi itu memicu kemarahan publik yang menganggap penderitaan para imigran ini adalah yang terburuk sejak Perang Dunia ke-II.
(rni/jor)











































