Alfredo Prieto, pria berumur 49 tahun itu, disuntik mati dan dinyatakan meninggal di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Greensville pada Kamis (1/10) pukul 21.17 waktu setempat. Demikian disampaikan pihak LP dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (2/10/2015).
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pengacara saya, semua pendukung saya, dan semua anggota keluarga saya. Selesaikan ini," demikian kata-kata terakhir yang disampaikan Prieto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahkamah Agung AS pada Kamis (1/10) waktu setempat menolak permohonan untuk menunda eksekusi. Padahal pengacara Prieto mengatakan, penundaan akan memberikan waktu bagi pengadilan di California untuk memutuskan soal klaim bahwa Prieto cacat secara intelektual. Para pengacara Prieto mengatakan, klien mereka memiliki IQ 66, sehingga secara konstitusi dia tak bisa dieksekusi.
Eksekusi ini merupakan yang pertama di negara bagian Virginia sejak Januari 2013 lalu. Negara bagian itu telah melakukan 111 eksekusi sejak Mahkamah Agung AS kembali memberlakukan hukuman mati pada tahun 1976. (ita/ita)











































