Menurut pihak keamanan Israel seperti dikutip dari AFP, Jumat (2/10/2015), ada empat orang anak-anak di dalam kendaraan yang ditembak. Keempatnya berhasil selamat dan dibawa ke rumah sakit. Dua korban tewas adalah orang tua dari anak-anak tersebut.
Serangan terjadi setelah dokumen pengadilan menunjukkan Israel sedang mempertimbangkan melakukan otorisasi terhadap pos-pos pemukiman liar di Tepi Barat, di dekat sebuah desa di mana pernah terjadi pemboman yang menewaskan seorang bayi 18 bulan dan kedua orangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat aksi penembakan tersebut, Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet terbawa emosi. Ia menyebut pembicaraan (upaya damai) dengan Palestina sudah selesai.
"Waktu untuk melakukan pembicaraan (dengan Palestina) berakhir. Ini adalah waktu untuk bertindak. Orang yang mendukung pemimpin pembunh tidak akan pernah memiliki negara," tegas Bennet. (rna/ahy)











































