Dituding AS Tak Targetkan ISIS di Suriah, Rusia Bantah

Dituding AS Tak Targetkan ISIS di Suriah, Rusia Bantah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2015 19:21 WIB
Dituding AS Tak Targetkan ISIS di Suriah, Rusia Bantah
Foto: REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation
Damaskus - Muncul perdebatan terkait target serangan militer Rusia di Suriah. Amerika Serikat curiga Rusia tidak menargetkan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), melainkan oposisi Suriah yang menjadi rival Presiden Bashar al-Assad.

Dalam pernyataannya, otoritas Rusia mengklaim jet tempurnya melancarkan 20 serangan udara terhadap 8 target ISIS. Bahkan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov menyebut seluruh serangan udara dilakukan usai pengamatan lapangan berdasarkan informasi pemerintah Suriah.

Namun klaim Rusia ini dilawan oleh otoritas AS yang mencurigai Rusia tidak menargetkan target-target ISIS di Suriah. "Tampaknya (serangan itu) mengenai area-area yang tidak menjadi posisi ISIL (nama lain ISIS)," tutur Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pejabat pertahanan AS bahkan menyebut serangan udara Rusia sengaja ditargetkan pada oposisi Suriah, yang selama ini melawan rezim Assad, sekutu Rusia.

Menanggapi tudingan AS ini, otoritas Rusia memberikan pembelaan diri. Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov menyebut bahwa serangkaian serangan udara Rusia ditargetkan terhadap sejumlah kelompok militan besar, tak hanya ISIS saja.

"Organisasi ini (dalam daftar target) merupakan kelompok terkenal dan target ini dipilih berdasarkan koordinasi dengan militer Suriah," sebutnya.

"Rumor bahwa target serangan udara ini bukan posisi IS (nama lain ISIS) adalah tidak berdasar," tegas Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov kepada wartawan di New York, usai bertemu Menlu AS, John Kerry.

Laporan oposisi Suriah, Koalisi Nasional Suriah menyebut bahwa serangan udara Rusia menewaskan 36 warga sipil di Homs. Oposisi Suriah juga menuding Rusia tidak menargetkan posisi ISIS di Suriah. (nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads