Kepala Koalisi Nasional Suriah, yang didukung negara-negara Barat, Khaled Khoja menuding Rusia berupaya memperkuat rezim Bashar al-Assad dengan serangan udaranya. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2015).
Khoja menyatakan aktivis lokal dan anggota Koalisi Nasional yang beranggotakan kelompok dan pejuang oposisi telah memberikan 36 nama korban tewas dalam serangan Rusia di Homs. Bahkan menurut Khoja, terdapat lima anak-anak di antara korban tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sangat jelas bahwa intervensi Rusia bertujuan mendukung rezim (Assad), untuk mendukung lebih banyak pembunuhan di dalam wilayah Suriah dan akan memicu lebih banyak kekacauan," imbuhnya.
Khoja memperingatkan, intervensi bisa memicu perang terhadap Rusia dan Iran yang menjadi pendukung utama rezim Assad. Menurut Khoja, sejauh ini militer Rusia telah melancarkan 20 serangan udara di wilayah Suriah.
Serangan udara Rusia yang mengenai tiga provinsi Suriah ini menandai intervensi militer Rusia, setelah parlemen negara tersebut mengabulkan penggunaan kekuatan militer di Suriah.
Rusia menyatakan pihaknya menargetkan 'teroris' di Suriah, termasuk militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Namun Khoja menyebut Rusia bermuka dua dengan membahas soal solusi diplomatik akhir-akhir ini. (nvc/ita)











































