Ketahuan Main Golf Saat Jam Kerja, Pejabat China Dipecat

Ketahuan Main Golf Saat Jam Kerja, Pejabat China Dipecat

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2015 16:56 WIB
Ketahuan Main Golf Saat Jam Kerja, Pejabat China Dipecat
Ilustrasi (Reuters/Jason Reed)
Beijing - Wakil Walikota Wuyishan, China dipecat dari jabatannya karena ketahuan bermain golf. Pejabat ini bahkan tergabung dalam klub golf setempat dan bermain saat jam kerja.

Golf sejak lama dinyatakan terlarang bagi para pejabat di China. Alasannya, golf dianggap sebagai aktivitas borjuis yang berlebihan oleh mendiang Mao Zedong. Oleh warga kelas atas di China, golf dianggap sebagai cara untuk menunjukkan status terhormat mereka.

Namun sudah menjadi rahasia umum, bahwa aktivitas golf biasa menjadi tempat pejabat nakal untuk mencapai kesepakatan gelap. Di China, golf dikategorikan sebagai aktivitas yang tidak pantas dilakukan kalangan pejabat China maupun pegawai pemerintahan yang seharusnya mengabdi pada rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir Reuters, Kamis (1/10/2015), pejabat yang dipecat ini bernama Lin Chunsong yang menjabat sebagai Wakil Walikota Wuyishan, Provinsi Fujian. Dia diketahui terdaftar sebagai salah satu anggota klub golf setempat.

Namun menurut Xinhua, Lin membayar uang iuran lebih kecil dari anggota lainnya untuk bermain golf di klub tersebut. Tidak disebutkan lebih lanjut sejak kapan Lin tergabung dalam klub golf tersebut.

Tapi ketika kampanye soal larangan keanggotaan klub privat bagi pejabat dan pegawai pemerintah setempat digalakkan pada tahun 2013 lalu, Lin mengubah nama keanggotaannya menjadi nama orang lain dan diam-diam tetap bermain golf.

Laporan dari organisasi pemantau antigratifikasi setempat menyebut, Lin bermain golf sebanyak 163 kali antara 18 Juni 2013 hingga 16 Agustus 2015. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 kali kesempatan bermain dilakukan selama jam kerja. Xinhua menyatakan, Lin dijatuhi sanksi pemecatan karena melanggar aturan antikorupsi dan pemerintahan bersih. (nvc/ita)


Berita Terkait