Penundaan itu sempat disebut-sebut karena masalah administrasi dan lambatnya proses identifikasi oleh Saudi. Otoritas Iran awalnya berniat memulangkan jenazah korban dari Saudi pada awal pekan ini.
"Kedua pihak telah menyepakati pemulangan jenazah yang teridentifikasi sebagai jemaah Iran, sesegera mungkin," demikian dilaporkan kantor berita resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Kamis (1/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua pihak juga akan menjaga komunikasi untuk mengidentifikasi korban lainnya dan merawat korban luka," terang SPA.
Ditambahkan SPA, otoritas Saudi mengutarakan harapannya untuk bekerja sama dengan Iran dalam menangani tragedi Mina. Sejauh ini, jemaah Iran yang menjadi korban tewas tragedi Mina mencapai 239 orang, lebih sedikit dari penghitungan otoritas Iran yang mencapai 243 orang. Sedangkan sebanyak 241 jemaah lainnya masih hilang sejak tragedi yang terjadi pekan lalu (24/9).
Menanggapi penundaan ini, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sempat mengancam akan memberikan reaksi keras jika Saudi tidak segera mengabulkan pemulangan jenazah korban. (nvc/ita)











































