Dikatakan miliarder itu, dirinya tak ingin AS menampung para pengungsi Suriah karena ada kemungkinan mereka adalah pasukan teroris yang menyamar.
"Mereka bisa saja ISIS -- saya tidak tahu," ujar Trump dalam acara kampanye nominasinya yang digelar di sekolah Keene High School, New Hampshire seperti dilansir Washington Post, Kamis (1/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Trump mempertanyakan soal membludaknya para pengungsi Suriah dan niat mereka. Berikut pernyataan Trump dalam video:
"Apakah kalian pernah melihat migrasi seperti itu," tanya Trump. "Mereka semua pria, dan mereka semua orang-orang yang kelihatan kuat... Ada begitu banyak pria, tidak begitu banyak wanita," imbuh Trump di depan sekitar 3.500 orang yang mengikuti acara kampanye tersebut.
"Dan saya berkata pada diri saya: Mengapa mereka tidak berjuang menyelamatkan Suriah? Mengapa mereka bermigrasi ke seluruh Eropa? Serius ini," cetusnya.
Ditegaskan Trump, jika dirinya terpilih menjadi presiden, dia akan memaksa semua pengungsi Suriah meninggalkan AS. Usai mengatakan hal itu, Trump mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin, bahkan paling meriah sepanjang malam itu.
"Mereka akan dipulangkan," cetus Trump. "Dan jika saya kalah, saya kira mereka akan tetap tinggal. Namun jika saya menang, mereka akan dipulangkan," tegasnya.
Beberapa waktu lalu, Trump menjadi berita besar di Indonesia, ketika sejumlah tokoh DPR Indonesia, termasuk Ketua DPR dari Golkar, Setya Novanto dan wakil ketua DPR dari Gerindra, Fadli Zon, hadir di jajaran pendukung Trump dalam jumpa pers kampanye nominasinya.
(ita/ita)











































