Pemulangan Jenazah Korban Tragedi Mina Tertunda, Khamenei Kecam Saudi

Pemulangan Jenazah Korban Tragedi Mina Tertunda, Khamenei Kecam Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 19:27 WIB
Pemulangan Jenazah Korban Tragedi Mina Tertunda, Khamenei Kecam Saudi
Foto: REUTERS/Ahmad Masood
Teheran - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali mengkritik Arab Saudi. Khamenei mengancam akan memberikan reaksi keras jika otoritas Saudi tidak segera mengabulkan pemulangan jenazah jemaah Iran yang menjadi korban tragedi Mina.

"Otoritas Saudi gagal menjalankan tugas mereka," sebut Khamenei saat berpidato dalam acara kelulusan perwira Angkatan Laut Iran, seperti dilansir AFP, Rabu (30/9/2015).

Pernyataan Khamenei ini menanggapi penundaan pemulangan jenazah korban tragedi Mina ke Teheran. Otoritas Iran menyebut jumlah jemaahnya yang tewas dalam tragedi Mina mencapai 243 orang, dengan 241 orang lainnya masih hilang. Khamenei bahkan menyebut beberapa pejabat Saudi licik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka seharusnya tahu bahwa bentuk ketidakhormatan terhadap puluhan ribu jemaah Iran di Makkah dan Madinah dan tidak memenuhi kewajiban mereka untuk memulangkan jenazah yang suci, akan memicu reaksi keras dan sulit dari Iran," tegasnya.

Pernyataan Khamenei ini muncul di tengah rasa frustrasi otoritas Iran atas penolakan Saudi untuk mengizinkan pesawat kargo Iran masuk ke dalam wilayah Saudi demi mengangkut jenazah jemaah Iran yang menjadi korban tragedi Mina dan memulangkannya ke Teheran.

"Sejauh ini, Republik Islam Iran selalu menunjukkan sikap menahan diri dan mematuhi nilai kesopanan dan persaudaraan Islam," imbuh Khamenei.

Tidak hanya itu, Khamenei juga menyerukan agar negara-negara Islam di dunia membentuk komisi pencari fakta untuk menyelidiki langsung penyebab tragedi Mina. "Perwakilan dari Iran dan dunia Islam harus pergi ke Arab Saudi dan menyelidiki langsung penyebab musibah haji ini," ucapnya.

Sementara itu, otoritas Iran untuk keempat kalinya memanggil Duta Besar Saudi untuk Iran sejak tragedi Mina terjadi. Pemanggilan ini untuk menyerukan proses identifikasi dan pemulangan jenazah korban dengan cepat. (nvc/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini