"Insiden ini dan situasinya mencurigakan karena beberapa pejabat senior kami meninggal atau hilang dalam insiden ini," tutur Ali Akbar Velayati yang menjadi penasihat utama bagi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, seperti dilansir Press TV, Rabu (30/9/2015).
Menurutnya, pemerintah Saudi menghindar untuk bertanggung jawab atas konsekuensi insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Arab Saudi tak mampu memenuhi tugas-tugasnya terkait melindungi jemaah haji, negara-negara muslim harus bergerak untuk melakukan tugas-tugas mereka dalam hal ini," tegas Velayati.
Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani juga menyerukan penyelidikan atas tragedi Mina yang menewaskan lebih dari 700 orang. Pernyataan Rouhani ini disampaikan setelah Jaksa Agung Iran Ebrahim Raisi terang-terangan menyebut tragedi Mina sebagai kejahatan yang dilakukan otoritas Saudi terhadap para jemaah haji.
"Kami akan mendorong pengadilan internasional dan dunia internasional untuk mulai mengadili Saudi atas kejahatan mereka terhadap jemaah haji. Ini bukan ketidakmampuan, tapi ini sebuah kejahatan," cetus Raisi seperti dikutip kantor berita ISNA.
Atas tragedi Mina, pemerintah Saudi menyalahkan para jemaah haji yang tidak disiplin dan tidak mengikuti instruksi, sehingga terjadi penumpukan massa yang mengakibatkan aksi saling dorong dan berdesak-desakan.
(ita/ita)










































