Penasihat Utama Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Tragedi Mina Mencurigakan

Penasihat Utama Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Tragedi Mina Mencurigakan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 10:23 WIB
Penasihat Utama Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Tragedi Mina Mencurigakan
Foto: REUTERS/Ahmad Masood
Teheran, - Pejabat-pejabat tinggi Iran terus melontarkan kata-kata keras terhadap pemerintah Arab Saudi terkait tragedi Mina. Seorang pejabat senior Iran bahkan menyebut insiden mematikan yang terjadi di Mina itu "mencurigakan."

"Insiden ini dan situasinya mencurigakan karena beberapa pejabat senior kami meninggal atau hilang dalam insiden ini," tutur Ali Akbar Velayati yang menjadi penasihat utama bagi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, seperti dilansir Press TV, Rabu (30/9/2015).

Menurutnya, pemerintah Saudi menghindar untuk bertanggung jawab atas konsekuensi insiden tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya, Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Iyad Ameen Madani, harus meminta negara-negara muslim untuk menyelidiki musibah Mina dan menemukan strategi untuk menjamin keselamatan para jemaah haji selama ritual Haji.

"Jika Arab Saudi tak mampu memenuhi tugas-tugasnya terkait melindungi jemaah haji, negara-negara muslim harus bergerak untuk melakukan tugas-tugas mereka dalam hal ini," tegas Velayati.

Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani juga menyerukan penyelidikan atas tragedi Mina yang menewaskan lebih dari 700 orang. Pernyataan Rouhani ini disampaikan setelah Jaksa Agung Iran Ebrahim Raisi terang-terangan menyebut tragedi Mina sebagai kejahatan yang dilakukan otoritas Saudi terhadap para jemaah haji.

"Kami akan mendorong pengadilan internasional dan dunia internasional untuk mulai mengadili Saudi atas kejahatan mereka terhadap jemaah haji. Ini bukan ketidakmampuan, tapi ini sebuah kejahatan," cetus Raisi seperti dikutip kantor berita ISNA.

Atas tragedi Mina, pemerintah Saudi menyalahkan para jemaah haji yang tidak disiplin dan tidak mengikuti instruksi, sehingga terjadi penumpukan massa yang mengakibatkan aksi saling dorong dan berdesak-desakan.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini