Seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015), Netanyahu yang berbicara di majelis umum PBB hari Kamis (24/9) lalu mengatakan, Dia juga berencana untuk meninjau situasi di negara tetangga, Suriah. Serta meninjau kembali kesepakatan nuklir antara negara-negara adidaya dengan Iran, dimana Israel sangat menentang kesepakatan tersebut.
"Israel menginginkan perdamaian dengan Palestina, yang terus menyebarkan kebohongan tentang kebijakan kami di Bukit Bait," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang menggunakan nama Yahudi untuk nama kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netanyahu juga menyampaikan bahwa Dia akan mempertahankan status quo di kawasan situs suci tersebut. Selain itu, Netanyahu akan melobi keras tentang kesepakatan nuklir dengan Iran sebelum diadopsi.
Kesepakatan itu menurut Netanyahu memungkinkan Iran untuk lebih militan. Terutama musuh utama Israel, Hamas dan Hizbullah.
Dalam beberapa pekan terakhir, bentrokan pecah antara pasukan keamanan Israel dengan demonstran Palestina. Peristiwa ini terjadi pada Senin (28/9) bertepatan dengan hari pertama Sukkot atau Hari Raya Pondok Daun bagi umat Yahudi. (yds/fdn)











































