Seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015), pidato Putin ini merupakan pidato pertamanya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB dalam satu dekade terakhir. Dalam pidatonya, Putin menyerukan koalisi yang lebih luas melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang juga didukung PBB.
Tidak lupa dia menyerukan kerjasama dengan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam koalisi tersebut. Putin bahkan memperingatkan mereka yang enggan bekerja sama dengan rezim Assad telah melakukan kesalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus mengatasi masalah yang kita semua hadapi dan menciptakan koalisi luas antiteror. Kita harus menyadari bahwa tidak ada orang lain selain pasukan bersenjata Presiden Assad yang sungguh-sungguh bertempur melawan ISIS dan organisasi teroris lainnya di Suriah," tegas Putin yang berbicara setelah Obama.
Sementara Putin mengarahkan pembahasan pada krisis Suriah, AS tetap berusaha menyinggung isu soal pencaplokan Crimea dari wilayah Ukraina dan tudingan bahwa Rusia mendukung kelompok separatis di Ukraina. Namun tampaknya penampilan Putin dalam Sidang Majelis Umum PBB mampu mengesampingkan isu Ukraina sejenak.
Putin hanya mengangkat bahu ketika Presiden Ukraina Petro Poroshenko melakukan walk-out sebelum dirinya menyampaikan pidatonya. Putin bahkan menyebut, negara-negara Barat tidak akan bisa mengasingkan Rusia dari persoalan-persoalan dunia. (nvc/mad)











































