Nyaris setengah juta warga Taiwan harus hidup tanpa aliran listrik usai topan ini menerjang pada Selasa (29/9) waktu setempat. Dilaporkan otoritas setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015), topan ini memicu kehancuran di wilayah utara negara tersebut.
Pusat Operasi Darurat setempat menyebutkan, jumlah korban tewas sejauh ini mencapai 2 orang dengan korban luka mencapai 324 orang. Sebagian besar korban luka terkena serpihan puing yang terbang terbawa angin kencang maupun terlibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu topan super ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(REUTERS/Pichi Chuang) |
Topan Dujuan yang masuk dalam kategori topan super ini mengejutkan warga setempat karena mencapai daratan Taiwan lebih awal dari perkiraan, yakni pada Senin (28/9) malam, di wilayah Yilan. Kategori topan ini diturunkan menjadi kategori topan sedang oleh Biro Prakiraan Cuaca Pusat Taiwan ketika mencapai daratan utama Taiwan.
"Diharapkan topan ini akan terus melemah dan jangkauannya semakin menurun," demikian pernyataan Biro Prakiraan Cuaca Pusat Taiwan.
Sekolah-sekolah dan gedung perkantoran di Taiwan terpaksa ditutup hingga Selasa (29/9) waktu setempat. Aktivitas pasar saham Taiwan juga diliburkan. Pada puncaknya, topan ini memutuskan aliran listrik ke sebanyak 2 juta rumah warga. Sejak Selasa (29/9) pagi, masih ada 498.458 rumah warga yang belum mendapat aliran listrik.
Bahkan menara pencakar langit ternama, Taipei 101 dilaporkan mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang yang dibawa topan Dujuan. Di Hsinchu City, sebuah crane terjatuh dari lantai 20 dan menimpa sejumlah mobil di bawahnya, namun belum ada laporan korban luka. Topan ini dilaporkan bergerak ke arah pantai timur China.
(REUTERS/Pichi Chuang) |











































(REUTERS/Pichi Chuang)
(REUTERS/Pichi Chuang)