Sejauh ini, korban tewas tragedi Mina mencapai 769 orang, termasuk 226 jemaah haji asal Iran. Dalam pernyataannya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB pada Senin (28/9) waktu AS, seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015), Presiden Rouhani menyerukan penyelidikan atas tragedi ini.
"Jatuh korban karena ketidakmampuan dan salah pengelolaan oleh mereka yang bertanggung jawab," tutur Presiden Rouhani merujuk pada otoritas Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Rouhani sendiri mempersingkat kunjungannya di New York dan pulang lebih awal ke Teheran usai menyampaikan pidatonya. Presiden Rouhani bermaksud menghadiri upacara pemulangan jasad-jasad korban tragedi Mina.
Dia mendorong otoritas Saudi untuk segera memberikan akses kepada konsuler Iran untuk mengidentifikasi dan memastikan kepulangan jasad-jasad itu ke Iran. Tidak diketahui pasti ada berapa jasad jemaah haji asal Iran yang dipulangkan ke negaranya. Namun otoritas Saudi telah menyediakan 74 ribu makam bagi para korban tewas tragedi Mina di wilayahnya.
"Penyelidikan yang akurat dan independen terhadap musibah ini dan mencari cara untuk mencegah kembali terulangnya insiden ini di masa depan," tegas Rouhani.
Pernyataan Presiden Rouhani ini disampaikan di tengah ketegangan antara Iran dengan Saudi terkait konflik Yaman dan juga Suriah. Otoritas Saudi sendiri melihat Iran berusaha memanfaatkan pihaknya untuk memperluas pengaruh di wilayah negara-negara Teluk. (nvc/nrl)










































