Di Sidang Umum PBB, Presiden Iran Singgung Ketidakmampuan Arab Saudi

Tragedi Mina

Di Sidang Umum PBB, Presiden Iran Singgung Ketidakmampuan Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 29 Sep 2015 11:50 WIB
Di Sidang Umum PBB, Presiden Iran Singgung Ketidakmampuan Arab Saudi
Hassan Rouhani (REUTERS/Mike Segar)
New York - Berbicara di hadapan pemimpin dunia yang hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Presiden Iran Hassan Rouhani kembali membahas tragedi Mina. Presiden Rouhani menyinggung ketidakmampuan Arab Saudi yang dianggap memicu tragedi itu.

Sejauh ini, korban tewas tragedi Mina mencapai 769 orang, termasuk 226 jemaah haji asal Iran. Dalam pernyataannya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB pada Senin (28/9) waktu AS, seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015), Presiden Rouhani menyerukan penyelidikan atas tragedi ini.

"Jatuh korban karena ketidakmampuan dan salah pengelolaan oleh mereka yang bertanggung jawab," tutur Presiden Rouhani merujuk pada otoritas Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak tragedi Mina terjadi pada Kamis (24/9), Iran terus melontarkan kritikan keras terhadap otoritas Saudi. Tidak hanya Presiden Rouhani, otoritas dan pejabat Iran lainnya juga kritis terhadap Saudi, termasuk menyebut tragedi Mina sebagai bentuk kejahatan oleh Saudi terhadap jemaah haji.

Presiden Rouhani sendiri mempersingkat kunjungannya di New York dan pulang lebih awal ke Teheran usai menyampaikan pidatonya. Presiden Rouhani bermaksud menghadiri upacara pemulangan jasad-jasad korban tragedi Mina.

Dia mendorong otoritas Saudi untuk segera memberikan akses kepada konsuler Iran untuk mengidentifikasi dan memastikan kepulangan jasad-jasad itu ke Iran. Tidak diketahui pasti ada berapa jasad jemaah haji asal Iran yang dipulangkan ke negaranya. Namun otoritas Saudi telah menyediakan 74 ribu makam bagi para korban tewas tragedi Mina di wilayahnya.

"Penyelidikan yang akurat dan independen terhadap musibah ini dan mencari cara untuk mencegah kembali terulangnya insiden ini di masa depan," tegas Rouhani.

Pernyataan Presiden Rouhani ini disampaikan di tengah ketegangan antara Iran dengan Saudi terkait konflik Yaman dan juga Suriah. Otoritas Saudi sendiri melihat Iran berusaha memanfaatkan pihaknya untuk memperluas pengaruh di wilayah negara-negara Teluk. (nvc/nrl)


Berita Terkait