Seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015), Putin dan Obama saling berjabat tangan dan bersulang saat sama-sama menghadiri acara makan siang dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Namun ketegangan di antara keduanya tetap terlihat.
Keduanya dilaporkan sempat bertemu dan berdialog selama 90 menit. Isu soal krisis Suriah juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Disampaikan seorang pejabat pemerintahan AS yang enggan disebut namanya, bahwa Obama dan Putin sepakat soal perlunya proses transisi politik di Suriah.
Namun, tambah pejabat AS ini, keduanya berbeda pendapat soal peran Assad dalam pemerintahan Suriah. "Secara mendasar tidak setuju," sebut pejabat AS ini.
"Saya pikir pihak Rusia memahami pentingnya resolusi politik di Suriah dan proses dalam mencapai resolusi politik itu. Kami memiliki perbedaan (pendapat) soal seperti apa hasil dari proses itu seharusnya," terang pejabat AS ini.
Kendati demikian, menurut pejabat AS ini, Putin terlihat cukup senang bahwa Obama sepakat soal peran Rusia dalam perdebatan krisis Suriah. "Menurut pendapat saya, ada dasar kerja untuk membahas masalah bersama," tutur Putin. (nvc/try)











































