Seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2015), Hamza Musa Kabir yang berasal dari Kano, Nigeria menuturkan kisahnya kepada koresponden AFP asal Kano, Aminu Abubakar yang juga tengah menunaikan ibadah haji. Kabir menyebut, dirinya berangkat lempar jumrah saat matahari terbit, Kamis (24/9).
"Kami sudah lebih dari separuh perjalanan ketika jalanan diblokir polisi, yang berujung pada penumpukan (jemaah haji)," tutur Kabir (55).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mereka yang baru kembali terus bergerak dari arah berlawanan dengan massa yang lain, terjadilah insiden. Orang-orang mulai lemah karena sulit bernapas dan kepanasan. Orang-orang tidak bisa bernapas (di tengah himpitan). Banyak yang pingsan, kebanyakan wanita dan warga lanjut usia serta penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda," jelas Kabir.
Kabir sendiri yang berperawakan tinggi ikut terhimpit dan kesulitan bergerak. "Saya juga tergencet oleh seorang pria besar yang saya yakini berasal dari Asia. Saya harus mencopot kain ihram saya yang menghalangi saya untuk menyelamatkan diri," ucapnya.
Kabir berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari himpitan jemaah lain. Kabir akhirnya berhasil meraih pagar yang ada di dekatnya dan menarik dirinya ke atas dengan bantuan seorang pemuda Arab yang ada di dekatnya. Kabir lalu dievakuasi ke tenda terdekat, di mana kemudian dia pingsan.
Setelah beristirahat beberapa jam, Kabir memutuskan melanjutkan perjalanan ke Jamarat bersama jemaah Nigeria lainnya. Akhirnya dia sempat melakukan ritual lempar jumrah pada hari yang sama. Sekembalinya dari lempar jumrah, Kabir baru menyadari betapa seriusnya insiden yang menimpanya. "Saya melihat banyak jasad tergeletak ditutupi kain kafan dan saya tahu saya bisa saja salah satu dari mereka," ucapnya. (nvc/ita)










































