Hal tersebut disampaikan Presiden Iran Hassan Rouhani saat menghadiri sidang Majelis Umum PBB di New York, AS.
"Jika Amerika mengambil langkah-langkah sebagaimana mestinya dan membebaskan mereka, tentunya lingkungan yang tepat akan terbuka dan kondisi yang tepat akan membuat kami melakukan segenap kemampuan kami dan pengaruh kami untuk memberikan kebebasan paling cepat bagi warga Amerika yang ditahan di Iran," ujar Rouhani kepada media CNN seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua warga Amerika lainnya adalah Amir Hekmati, mantan Marinir AS yang didakwa spionase, dan Saeed Abedini, seorang muslim yang berpindah memeluk agama Kristen, yang mengadakan kelompok studi Injil.
Sebagian besar pengadilan Iran dikenal dekat dengan kubu garis keras, yang bersikeras menggagalkan upaya-upaya Rouhani yang moderat untuk melakukan rekonsiliasi dengan negara-negara Barat.
"Tak ada hal yang akan membuat saya lebih bahagia selain gerakan untuk membebaskan para tahanan," tutur Rouhani.
Ketika ditanya wartawan mengenai pernyataan Rouhani tersebut, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan, dirinya belum mendengar langsung dari Iran mengenai gagasan pertukaran tahanan itu. (ita/ita)










































