"Ini bukan situasi untuk bermain politik," cetus Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir di sela-sela menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, seperti dilansir Reuters, Senin (28/9/2015).
"Saya harap pemimpin Iran bisa lebih peka dan bijaksana demi orang-orang yang menjadi korban tragedi ini, dan menunggu hingga kita mengetahui hasil penyelidikan," imbuhnya sebelum bertemu Menlu Amerika Serikat John Kerry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dilakukan dengan cara arogan dan tidak pada tempat yang tepat," sebut al-Hayat.
Hadir dalam forum yang sama, Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya menyerukan penyelidikan atas tragedi Mina, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 700 orang. Pernyataan Rouhani ini disampaikan setelah Jaksa Agung Iran Ebrahim Raisi terang-terangan menyebut tragedi Mina sebagai kejahatan yang dilakukan otoritas Saudi terhadap para jemaah haji.
"Kami akan mendorong pengadilan internasional dan dunia internasional untuk mulai mengadili Saudi atas kejahatan mereka terhadap jemaah haji. Ini bukan ketidakmampuan, tapi ini sebuah kejahatan," cetus Raisi seperti dikutip kantor berita ISNA. (nvc/ita)











































