Dari akun Twitter resmi @NASA yang dikutip, Senin (28/9/2015), tampak mereka me-retweet akun @StationCDRKelly yang merupakan astronaut. Akun itu milik astronaut Scott Kelly yang tengah memamerkan penampakan bulan sebelum nantinya akan berubah merah.
"Day 184. Preview of tonight's #SuperBloodMoon pre eclipse red glory. Good night from @space_station! #YearInSpace," kata Kelly dalam akun Twitternya seperti dikutip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat supermoon itu diameter bulan akan terlihat 14 persen lebih besar dari sebelumnya," demikian tulis NASA dalam blognya.
Kombinasi keduanya akan menghasilkan sebuah pemandangan yang indah. Bulan akan terlihat lebih besar dan dikombinasikan dengan warna merah akibat gerhana.
NASA menyebut, fenomena ini sangat jarang terjadi. Sejak tahun 1900, gerhana bulan supermoon hanya terjadi lima kali. Peristiwa ini terakhir kali terjadi pada tahun 1982. Kemungkinan besar, fenomena yang sama akan terjadi pada 2033.
Namun sayangnya, peristiwa tersebut tak akan bisa dilihat di Indonesia. Hanya mereka yang tinggal di benua Amerika, Eropa dan Afrika saja yang bisa menyaksikannya.
(dhn/dhn)











































