Seperti dilansir AFP, Sabtu (26/9/2015), perempuan asal Pakistan ini mengungkapkan kemarahannya atas perlakuan yang diterima oleh para perempuan yang dilakukan oleh kelompok ektritimis di Suriah dan Irak.
Malala mengatakan dirinya dihantui oleh gambaran Aylan Kurdi, balita Suriah yang tubuhnya terdampar di pantai Turki. "Kita kehilangan kemanusiaan pada hari itu," katanya kepada wartawan di sidang umum PBB.
"Sangat penting bahwa orang-orang membuka hati dan membuka tempat mereka kepada orang-orang yang kini membutuhkan lebih banyak dukungan dan yang membutuhkan hak untuk hidup," katanya.
Malala mengimbau kepada para pemimpin dunia membayangkan anak-anak mereka sendiri mendapat perlakukan dari ISIS, yang dijadikan korban pelecehan seksual.
"Hal pertama adalah bahwa para pemimpin dunia perlu melihat masalah ini lebih serius," kata Malala.
"Mereka harus berpikir tentang anak-anak mereka sendiri." sambungnya. (tfq/imk)











































