Dilansir dari BBC, Jumat (25/9/2015), Raja Arab Saudi, Salman, telah memerintahkan untuk peninjauan keselamatan kepada jemaah haji.
Kejadian ini merupakan insiden paling fatal yang terjadi selama 25 tahun terakhir. Raja Salman memandang perlunya peningkatan manajemen pengelolaan para jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain 717 jiwa melayang, 863 lainnya mengalami luka-luka akibat saling berdesakan saat rangkaian ibadah lempar jumrah. Pemerintah Saudi bereaksi, sebuah komisi dibentuk guna menginvestigasi tabrakan massa di persimpangan Jalan 204 dan Jalan 223.
Menteri Kesehatan Saudi, Khaled al Falih menyatakan tabrakan massa karena para jemaah bergerak tanpa menghiraukan jadwal yang ditentukan otoritas. Dari Iran, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyatakan pemerintahan Saudi harus menerima tanggung jawab besar dari bencana ini. Iran kehilangan 95 jiwa warganya.
(dnu/kha)











































