Sebagaimana dilansir AFP, Jumat (25/9/2015), insiden desak-desakan dan saling injak itu terjadi pada pagi hari setelah aparat sipil setempat mencuit di Twitter bahwa dia sedang mengendalikan konsentrasi para jamaah di Mina, lima kilometer dari Makkah.
Para jamaah haji sedang menempuh perjalanan ke tempat lempar jumrah, rangkaian ibadah haji yang dilakukan dengan melempar batu kecil, perlambang melempari setan. Ratusan ribu jamaah terkonsentrasi di Mina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jemaah dalam jumlah besar bergerak pada saat yang sama," kata Mansur.
Suasana di lokasi agaknya sudah membikin jamaah lelah. Cuaca 46 derajat Celcius turut berkontribusi terhadap banyaknya jumlah korban.
"Panas yang amat sangat dan kelelahan dari para jemaah berkontribusi terhadap jumlah korban yang banyak," kata Mansur.
Seorang jemaah asal Sudan mengatakan penyelenggaraan ibadah haji kali ini adalah penyelenggaraan terburuk selama empat kali pengalamannya. "Orang-orang sudah dehidrasi dan pingsan sebelum insiden desak-desakan itu," kata pria ini yang menolak disebutkan namanya.
"Orang saling melangkahi satu sama lain," kata dia.
Sebenarnya seorang teman dari Saudi sudah memperingatkannya bahwa, "Sesuatu akan terjadi." Setelah insiden, helikopter berpatroli dan sirine ambulans meraung-raung berusaha membawa korban.
(dnu/jor)











































