Kembalinya Presiden Hadi ini menjadi tanda paling konkret bahwa koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi berhasil mengamankan wilayah strategis bagi pemerintahan Yaman yang terasing di negaranya sendiri. Wilayah Aden sebelumnya dikuasai penuh oleh Houthi, yang didukung Iran.
Β
Sumber pemerintahan setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2015) menuturkan bahwa Presiden Hadi akan menghabiskan waktu liburan Idul Adha di Aden, sebelum terbang ke New York, AS untuk memberikan pidato di markas pusat PBB.
Presiden Hadi mendarat di Aden dari Riyadh, Saudi pada Selasa (22/9) waktu setempat. Dia disambut oleh Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah dan beberapa jajaran menterinya yang kembali ke Aden lebih dulu, yakni pekan lalu, untuk membantu mempersiapkan pemerintahan interim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden Yaman ini menduduki jabatan Presiden Yaman sejak tahun 2012, setelah negara itu dilanda unjuk rasa besar-besaran yang berujung lengsernya Presiden Ali Abdullah Saleh yang menjabat tiga dekade terakhir.
Usai lengser, Saleh tetap menjaga hubungannya dengan tentara loyalisnya dan bersekutu dengan Houthi untuk mengambil paksa kekuasaan pemerintahan Yaman. Saleh dan Houthi menyebut pemerintahan Hadi korup dan kehilangan mandat untuk memerintah. Namun resolusi Dewan Keamanan PBB pada April lalu menegaskan bahwa Hadi merupakan pemimpin Yaman yang sah dan diakui dunia internasional. (nvc/ita)











































