6 Bulan Mengasingkan Diri, Presiden Hadi Kembali ke Yaman

6 Bulan Mengasingkan Diri, Presiden Hadi Kembali ke Yaman

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Sep 2015 16:39 WIB
6 Bulan Mengasingkan Diri, Presiden Hadi Kembali ke Yaman
Abd-Rabbu Mansour Hadi (REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah)
Sanaa - Setelah 6 bulan mengasingkan diri ke Arab Saudi, Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi akhirnya kembali ke negaranya. Presiden Hadi kini telah berada di Aden, yang sebelumnya dikuasai kelompok pemberontak Houthi.

Kembalinya Presiden Hadi ini menjadi tanda paling konkret bahwa koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi berhasil mengamankan wilayah strategis bagi pemerintahan Yaman yang terasing di negaranya sendiri. Wilayah Aden sebelumnya dikuasai penuh oleh Houthi, yang didukung Iran.
Β 
Sumber pemerintahan setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2015) menuturkan bahwa Presiden Hadi akan menghabiskan waktu liburan Idul Adha di Aden, sebelum terbang ke New York, AS untuk memberikan pidato di markas pusat PBB.

Presiden Hadi mendarat di Aden dari Riyadh, Saudi pada Selasa (22/9) waktu setempat. Dia disambut oleh Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah dan beberapa jajaran menterinya yang kembali ke Aden lebih dulu, yakni pekan lalu, untuk membantu mempersiapkan pemerintahan interim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudi dan koalisinya menggelar operasi militer di Yaman dengan tujuan mengembalikan pemerintahan Presiden Hadi dan untuk mengusir Houthi keluar dari Aden. Sejauh ini, tentara koalisi Saudi yang ada di lapangan berusaha masuk ke markas kuat Houthi di Sanaa dan wilayah Yaman bagian utara.

Hadi yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden Yaman ini menduduki jabatan Presiden Yaman sejak tahun 2012, setelah negara itu dilanda unjuk rasa besar-besaran yang berujung lengsernya Presiden Ali Abdullah Saleh yang menjabat tiga dekade terakhir.

Usai lengser, Saleh tetap menjaga hubungannya dengan tentara loyalisnya dan bersekutu dengan Houthi untuk mengambil paksa kekuasaan pemerintahan Yaman. Saleh dan Houthi menyebut pemerintahan Hadi korup dan kehilangan mandat untuk memerintah. Namun resolusi Dewan Keamanan PBB pada April lalu menegaskan bahwa Hadi merupakan pemimpin Yaman yang sah dan diakui dunia internasional. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads