Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2015), Pentagon menuturkan tahanan bernama Abdul Shalabi ini sudah lebih dari 13,5 tahun menjalani hukuman di penjara Guantanamo, Kuba. Saat ini, masih ada 114 tahanan di penjara yang ada di kompleks Pangkalan Angkatan Laut AS di Kuba.
Departemen Pertahanan AS menyebut Shalabi (39) sebagai anggota jaringan Al-Qaeda dan pernah menjadi salah satu pengawal Osama bin Laden. Shalabi juga diketahui ikut berperan dalam serangan 11 September 2001 di AS, sebelum akhirnya operasinya dibatalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pentagon menyatakan, AS akan terus berkoordinasi dengan Arab Saudi untuk memastikan proses pemindahan Shalabi ini berjalan sesuai koridor keamanan dan berlangsung manusiawi.
Shalabi merupakan tahanan kedua yang dipindahkan dari Guantanamo dalam seminggu terakhir. Pada Kamis (17/9) lalu, otoritas AS memindahkan tahanan asal Maroko bernama Younis Abdurrahman Chekkouri yang ditahan sejak tahun 2002, ke negara asalnya.
Hasil pengkajian otoritas AS pada 15 Juni lalu memutuskan, penahanan Shalabi di Guantanamo sudah tidak diperlukan untuk melindungi keamanan AS. Otoritas AS juga menyatakan keyakinannya pada otoritas Saudi untuk merehabilitasi Shalabi dan memantaunya.
Selama di Guantanamo, Shalabi melakukan aksi mogok makan sejak tahun 2005. Namun hasil pengkajian terhadap aksi Shalabi menyebut aksi mogok makan tidak melanggar hukum, melainkan sebagai bentuk aksi tanpa kekerasan dan penuh kedamaian demi memprotes kondisi penjara dan penahanannya. (nvc/ita)











































