Para demonstran pendukung Falun Gong tersebut memprotes apa yang mereka sebut sebagai pencurian organ-organ para tahanan di China.
"Para praktisi Falun Gong telah dimasukkan ke kamp-kamp kerja paksa, penjara dan rumah sakit jiwa, dan mereka telah dibunuh untuk diambil organ-organ mereka," cetus Michael Green (38), warga Seattle, seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (23/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demo yang terjadi pada Selasa, 22 September malam tersebut berlangsung damai. Kepolisian setempat tidak melakukan penangkapan apapun.
Pejabat-pejabat partai berkuasa China, Partai Komunis tidak mentolerir tantangan atas kepemimpinannya, dan aktivitas beragama harus diatur oleh negara.
Sebelumnya pada tahun 1999, Presiden China saat itu Jiang Zemin melancarkan kampanye untuk memberantas Falun Fong. Ini dilakukan setelah para pengikut Falun Fong melancarkan aksi demo damai di luar gedung pemerintah di Beijing untuk menuntut pengakuan resmi atas gerakan mereka. (ita/ita)











































