Demikian disampaikan media Radio Free Asia yang berbasis di Amerika Serikat seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (23/9/2015). Disebutkan bahwa insiden itu terjadi pada Jumat, 18 September lalu di tambang batu bara Sogan di Aksu. Namun peristiwa itu baru dipublikasikan sekarang.
Menurut statemen pemerintah setempat yang dikutip Radio Free Asia, serangan itu merupakan "serangan berskala besar, yang telah direncanakan dengan matang dan sejak lama oleh para separatis terhadap aparat kepolisian dan para pemilik tambang".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Juni lalu, Radio Free Asia menyatakan, setidaknya 18 orang tewas ketika warga etnis Uighur menyerang polisi dengan pisau dan bom di pos pemeriksaan lalu lintas di Silk Road, kota Kashgar.
Ketegangan antara warga muslim Uighur dengan warga mayoritas Han China telah menyebabkan pertumpahan darah di wilayah Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir ini. Ratusan orang dilaporkan tewas dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut. Pemerintah Beijing menyalahkan para separatis Uighur atas serangan-serangan di Xinjiang tersebut. (ita/ita)











































