Intelijen Jerman Khawatir Pengungsi Direkrut Militan Radikal

Intelijen Jerman Khawatir Pengungsi Direkrut Militan Radikal

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Sep 2015 18:39 WIB
Intelijen Jerman Khawatir Pengungsi Direkrut Militan Radikal
Foto: REUTERS/Laszlo Balogh
Berlin - Badan Intelijen Domestik Jerman (BfV) memperingatkan bahaya yang dihadapi pengungsi yang masuk ke wilayahnya. Para pengungsi ini, terutama yang masih muda sangat rawan direkrut oleh militan radikal.

"Ada kekhawatiran besar bahwa militan di Jerman, dengan dalih menawarkan bantuan kemanusiaan, berusaha memanfaatkan situasi para imigran untuk mengubah dan merekrut para pencari suaka," tutur Presiden BfV, Hans-Georg Maassen seperti dilansir Reuters, Selasa (22/9/2015).

"Perhatian kami, khususnya, fokus pada pengungsi-pengungsi muda yang sendirian, yang bisa menjadi sasaran mudah militan," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini disampaikan Maassen selang beberapa jam setelah kepolisian Jerman menggerebek delapan properti di Berlin. Properti-properti itu dicurigai digunakan sebagai sarana untuk mendukung militan di Suriah.

Penggerebekan ini juga terkait jaringan perekrut bagi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang melibatkan warga Maroko berusia 51 tahun dan warga Macedonia berusia 19 tahun.

Sekitar 740 anggota militan Jerman, yang seperlimanya wanita, telah pergi ke Suriah dan Irak. Dari jumlah itu, sekitar sepertiganya telah pulang kembali ke Jerman, sedangkan sekitar 120 orang lainnya tewas dalam pertempuran di Suriah dan Irak.

Pernyataan Maassen ini akan memicu perdebatan di Jerman, terutama soal cara negara ini menangani gelombang pengungsi di Eropa. Namun Maassen menyatakan belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa militan menyusup ke dalam gelombang pengungsi. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini