Menurut organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, serangan udara pada Senin (21/9/2015) waktu setempat tersebut menargetkan kota Palmyra dan dua kota lainnya di provinsi Homs.
Direktur Observatory Rami Abdel Rahman mengatakan, beberapa hari terakhir ini, Angkatan Udara Suriah meningkatkan serangan-serangannya terhadap ISIS setelah mendapat dukungan persenjataan dan pesawat militer dari Rusia.
"Jumlah serangan meningkat dan serangan-serangan lebih tepat sasaran setelah Angkatan Udara Suriah menerima persenjataan dan pesawat-pesawat yang lebih efisien dari Moskow," tutur Abdel Rahman seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/9/2015).
Menurut para pakar yang dekat dengan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, Rusia juga telah mengirimkan para penasihat militernya untuk melatih pasukan Suriah dalam menggunakan persenjataan baru yang dikirimkan Rusia, khususnya sistem pertahanan udara jarak dekat dan tank-tank militer.
Adapun pejabat-pejabat militer AS mengatakan, Rusia telah mengerahkan 28 pesawat perangnya ke Suriah untuk membantu pasukan rezim Suriah memerangi pemberontak dan kelompok ISIS yang merajalela di negeri itu. (ita/ita)











































