Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari tahun lalu. Dengan didanai oleh Badan Pengungsi PBB UNHCR dan Badan Anak PBB UNICEF, anak-anak Suriah yang sedang dalam pengungsian itu bisa bersekolah di sekolah negeri secara gratis. Demikian dilansir Reuters, Selasa (22/9/2015).
Sejauh ini, Libanon menampung 1,1 juta pengungsi Suriah, jumlah tertinggi di antara negara lain. Beberapa sekolah negeri di Libanon bahkan memiliki lebih banyak siswa asal Suriah daripada siswa Libanon sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu setengah juta pengungsi dengan 4 juta penduduk di Libanon -- Anda pikir apa dampaknya ini bagi kami?" imbuhnya.
Baru-baru ini, Saab menyerukan kepada negara-negara Arab lainnya dan dunia internasional untuk berbagi beban menampung pengungsi Suriah. Sebagian besar pengungsi Suriah ditampung di Libanon, Yordania dan Turki yang berbatasan langsung dengan negara tersebut.
Donatur dan organisasi internasional menyediakan dana sekitar US$ 94 juta atau setara Rp 1,3 triliun untuk program 'Kembali ke Sekolah' ini. Program ini diperuntukkan bagi 367 ribu anak-anak, termasuk 200 ribu anak Suriah. Beberapa sekolah di Libanon perlu membuka kelas ekstra untuk mengakomodasi jumlah siswa yang membeludak. (nvc/ita)











































